Saturday, April 1, 2017

Greget Banget Oey... Sopir Truk Cewek Berjilbab ini Bikin Heboh. Siapa dia? Yuk Lihat Videonya !

Sebuah foto diposting oleh akun sosmed pribadi Ajzwa Putra pada Kamis (16/09/2016). Dalam postingan tersebut dimuat beberapa gambar seorang cewek berhijab yang berprofesi sebagai pengemudi truk.


Dalam foto tersebut juga dicantumkan sebuah keterangan
“Sulitnya untuk mendapat pekerjaan .gadis cantik ini terpaksa menjadi sopir truk
Wah benarkah? Hanya akting saja atau benar-benar nyetir gan?”
 Namun sejumlah netter berpendapat berbeda, dan mereka menganggap foto tersebut settingan. Banyak yang percaya dan banyak juga yang tidak percaya akan profesi wanita cantik berhijab tersebut sebagai sopir truk. Namun akun pengunggah foto tersebut menjelaskan bahwa kejadian ini tidak ada di Indonesia, melainkan di negara tetangga.

“Ajzwa Putra: Kejadian ini bukan di negara kita ..tpi berlaku di negara tetangga.. Karena krisis ekonomi dan politik” ujar akun tersebut

Sebenarnya jangankan di negara tetangga di negara sendiri pun juga ada wanita yang berprofesi sebagi sopir truk ataupun bus. Apabila kita berselancar di dunia maya dengan mengetikkan keyword Lady Truck Driver atau wanita cantik pengemudi truk maka akan muncul semua di mesin pencarian, namun yang berhijab sedikit.

Silahkan lihat VIDEONYA berikut ini:



Sumber : news.viatekno.com

"Fakta Menarik" Bagi Kamu Yang Tak Pernah Ganti Nomor HP Selama 5 Tahun, SILAHKAN BACA !!

ada juga orang yg tidak pernah ganti nomor hp kurun saat lama.
Satu survei di lakukan di sebagian negara, salah satunya China, Inggris, Amerika dan Korea Selatan.



Surve itu membuahkan ikhtisar bila mereka yg tak ubah nomor handphone sepanjang 5 tahun, jadi orang itu termasuk orang yang dapat dipercayai.
Ingin atau argumennya kenapa?

1. Setia
Untuk anda yg tidak pernah ubah nomer handphone sepanjang 5 tahun, tentunya anda termasuk juga orang setia.
Dengan kata lain, bila anda memiliki suatu hal tidak tahu itu barang ataupun pasangan, anda akan bertahan lama. Walau di luar sana beberapa pilihan yang lebih menarik.

2. Sukai Bernostalgia
Kenyataan menarik ke-2 yaitu anda termasuk juga orang yang sukai bernostalgia. Sebab, anda masihlah menginginkan beberapa sahabat yang telah lama menghilang karena alasan pekerjaan, pendidikan dsb bakal menghubungimu satu saat kelak.

3. Tidak Punyai

Permasalahan dengan Orang Lain
Ini kenyataan paling masuk akal. Kita kerap mendengar apabila orang yang kegemaran gonta-ganti nomor handphone termasuk orang yang miliki masalah tidak tahu itu permasalahan hutang, permasalahan cinta, dsb. Sekian halnya sebaliknya. Apabila anda tidak punyai persoalan dengan orang lain, untuk apa ubah nomor handphone.

4. Tak Miliki Hutang

Seperti yang dibicarakan pada poin terlebih dulu, orang yg tak miliki hutang pada orang lain pasti tak akan ingin ganti nomor handphonenya.
Coba bila dia punyai hutang, pasti dia akan pilih menghindar supaya tak di telpon ataupun di kejar-kejar oleh penagih hutang itu.

5. Gemari Menolong Orang Lain
Paling akhir, anda yg tidak pernah ganti nomer handphone sepanjang 5 tahun masuk dalam kelompok orang yang gemari membantu. Pasalnya, anda siap di telpon siapapun, kapan saja untuk di mintai pertolongan berbentuk apapun. Anda juga tak akan terasa direpotkan oleh orang lain yang sewaktu-waktu memohon bantuanmu.

Sumber : http://www.beradab.com/2016/06/fakta-menarik-bagi-kamu-yang-tak-pernah.html

TANPA KITA SADARI.!!! TERNYATA MENIKAH DENGAN JANDA BIKIN BAHAGIA DAN FULL PAHALA LOH!! (TOLONG BANTU SHARE YA GUYS, AGAR YANG LAIN TAU)

NIKAH dengan Janda Buat Bahagia serta Fulll Pahala. Menikah dengan janda mungkin saja saja saja tidaklah hal yang aneh lagi di zaman sekarang ini. Karena telah cukup banyak masalah yang berjalan. Baik mereka yang cerai melalui langkah sah ataupun tidak atau yg tidak cerai namun ditinggal oleh suami tidak ada berita.


Menikah dengan janda memang dibutuhkan kesiapan ekstra, tidak cuma materi namun sikap dewasa harus lebih tinggi.

Walaupun Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam merekomendasikan sebagian pria untuk lebih memprioritaskan perawan untuk dinikahi, tidaklah bermakna beliau melarang seseorang pria menikah dengan janda.

Bukankah istri beliau juga janda?
Nah, untuk anda sebagian pria yang belum menikah, jangan sampai cuma saksikan perawan terus-terusan, janda juga menghadirkan banyak barokah lho. Itu disini faedah menikah dengan seseorang janda.

1. Segi dari Meneladani Rasul
Tentu sudah jelas bila cerita Rasulullah, beliau juga menikah dengan janda. Apabila ini disangka sebagai kebaikan, tentu menikah dengan seorang janda untuk kita juga insyaALLAH juga.

2. Janda Yakni Anugerah
Mungkin saja saja memang agak berat perasaan mengemukakan janda yakni anugerah, Lewat cara sebagian orang pasti beranggapan janda yakni satu musibah, janda yakni hukum karma dan lain sebagainya.

Tetapi tidak Janda seperti itu, ada juga janda yang memang peroleh ujian dari ALLAH Swt, sisi dari cobaan iman dan segi dari menambahkan kedekatan dengan ALLAH SWT.
Jadi janda tidak sepenuhnya musibah, janda juga yaitu anugerah, takdir serta gelar yang diperoleh

ALLAH SWT.

3. Janda Lebih Berpengalaman
Tentu apabila seorang yang bergelar janda, berarti orang itu sudah menikah dan mempunyai pengalaman dalam pernikahan. Manis, asam dan pahitnya rumah tangga sudah ia rasakan.

Tentang ini juga yang buat seorang janda akan banyak belajar dari pernikahan lebih dahulu. Ia makin lebih siaga dalam hadapi masalah rumah tangga.

4. Janda Punyai Semangat Baru
Apabila dalam pernikahan lebih dahulu ia telah gagal, berarti ia akan merasa sukai dan mempunyai semangat baru dalam pernikahan yang kemudian. Terasanya ia punyai daya yang baru, seperti baterai full yang siap pakai.

Bukan hanya itu saja, janda bakal punyai pengalaman dalam hal mengurus anak, mengurus rumah dan paling penting bagaimana langkahnya mengasyikkan suaminya.

5. Janda Akan Lebih Dewasa
Memang dewasa tidak bisa diukur dari usianya, tidak bisa dilihat dari berapakah lama ia berumah tangga, tetapi dewasa bisa dilihat dari tingkah laku dan pengalamannya. Lewat cara janda punyai pengalaman, pasti ia tumbuh bijak dan lebih lebih dewasa dalam menggapi semua sikap.

6. Banyak Pahala
Apabila janda itu mempunyai seorang anak, berarti anak itu yakni seorang anak yatim dan akan banyak pahala untuk kita apabila menginginkan mengurus dan melindungi anak yatim itu.

Jadi, janda tidak kalah tidaklah dengan perawan, memang perawan lebih menggoda tetapi janda bisa buat hidup bahagia fulll pahala. sumber:auniazahra.blogspot.com

Masih tetap ragukah dengan seorang janda? jangan sampai anda cuma hanya membaca saja,,tolong dibagikan jika anda mempunyai kerendahan hati untuk membagikan tautan ini....semoga menjadi amal sholehkita dan semoga allah membalas semua kebaikan anda !! #Amiinn...

Sumber : https://bolehbagikan.blogspot.com/

Wahai Suami, Ketahuilah Uangmu Milik Istrimu Tapi Uang Istrimu Bukan Milikmu! Share ya... Agar para suami tau hal ini

Dalam berumah tangga, seorang suami berkewajiban untuk menafkahi keluarganya. Sehingga merupakan hal yang lumrah bila suami lebih banyak yang bekerja bila dibandingkan dengan wanita. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan bila seorang wanita juga bekerja dan bahkan menjadi tulang punggung keluarga.




Idealnya seorang suami dan istri saling bahu membahu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Bila suami memberikan nafkah, maka sang istri yang mengatur keuangan. Namun, terkadang nafkah yang diberikan oleh suami tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sehingga akhirnya sang istri ikut bekerja untuk membantu suami. Dengan begitu, sang istri akan memiliki penghasilannya sendiri.

Lantas, bagaimanakah hukum penghasilan istri ? Berhak kah seorang suami untuk mengambil gaji istrinya ? Dan, wajibkah istri memberikan sebagian penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya ? berikut ulasan selengkapnya.

Berdasarkan fatwa ulama, disepakati bahwa bila pendapatan atau gaji suami yang juga menjadi hak bagi istrinya, maka berbeda halnya dengan gaji istri dari pekerjaan yang dilakukannya adalah milik istri dan tidak ada hak bagi suaminya sedikitpun. Terkecuali jika sang istri dengan ikhlas memberikannya untuk membantu atau menopang keuangan keluarga.

Apabila seorang suami memakan harta milik istri tanpa sepengetahuannya, maka dapat dikatakan bahwa ia berdosa. Sebagaimana firman Allah Ta’ala

“Janganlah memakan harta orang lain diantara kalian secara batil” (QS. An-Nisa: 83)

Saat seseorang bertanya kepada Syaikh ‘abdullah bin ‘Abdur Rahman al-Jibrin tentang hukum suami yang mengambil uang milik istrinya untuk kemudian digabungkan dengan uangnya. Maka Syaikh al-Jibrin mengatakan bahwa tidak disangsikan lagi bahwa istri lebih berhak dengan mahar dan harta yang ia miliki, baik melalui usaha yang dilakukannya, warisan, hibah dan
harta yang ia miliki. Maka itu merupakan hartanya dan menjadi miliknya. Sehingga dialah yang paling berhak untuk melakukan apa saja dengan hartanya tersebut tanpa ada campur tangan dari pihak lainnya.

Seorang wanita berhak untuk mengeluarkan hartanya untuk kepentingannya atau untuk sedekah, tanpa harus meminta izin pada suaminya. Dan diantara dalilnya adalah hadist dari Jabir

bahwa Rasulullah SAW berceramah di hadapan jamaah wanita, beliau berkata

“Wahai para wanita, perbanyaklah sedekah, sebab saya melihat kalian merupakan mayoritas penghuni neraka.” Sehingga, para wanita itupun berlomba-lomba menyedekahkan perhiasan mereka dan mereka melemparkannya di pakaian Bilal (HR. Muslim)

Sehingga, apabila seorang istri ingin bersedekah, maka orang yang paling utama berhak menerima sedekahnya tersebut adalah suaminya sendiri dan bukan orang lain. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist dari Abu Sa’id ra.

“Dari Abu Sa’id al Khudri ra berkata bahwa, “Zainab, istri Ibnu Mas’ud datang meminta izin untuk bertemu Rasulullah. Beliau bertanya, “Zainab yang mana ?”. Kemudian ada yang menjawab, “Istrinya Ibnus Mas’ud.” Dan Rasulullah mengatakan,“baik, izinkanlah dirinya”. Maka zainab pun berkata, “Wahai nabi Allah, Hari ini engkau memerintahkan untuk bersedekah. Sedangkan aku memiliki perhiasan dan ingin bersedekah. Namun, Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa dirinya dan anaknya lebih berhak menerima sedekahku.” Lantas Rasulullah bersabda, “Ibnu Mas’ud berkata benar. Suami dan anakmu lebih berhak menerima sedekahmu.” (HR. Imam Bukhari)

Bahkan, dalan hadist lainnya disebutkan bahwa Rasulullah berkata bahwa, “Benar, ia mendapatkan dua pahala yaitu pahala menjalin tali kekerabatan dan pahala sedekah.

Mengenai hadist diatas, Syaikh Abdul Qadir bin Syaibah al Hamd mengatakan bahwa pelajaran yang bisa diambil adalah :
1. Seorang wanita diperbolehkan untuk bersedekah pada suaminya yang miskin

2. Suami merupakan orang yang paling utama untuk menerima sedekah dari istrinya dibandingkan orang lain

3. Istri diperbolehkan untuk bersedekah pada anak-anaknya dan kaumkerabatnya yang tidak menjadi tanggungannya

4. Sedekah istri yang demikian merupakan bentuk sedekah yang paling utama.

Demikianlah ulasan mengenai penghasilan istri. Sehingga bisa dikatakan bahwa pepatah yang mengatakan “uang suami adalah milik istrinya, sedangkan uang istri adalah milik istri” bukanlah sebuah kata-kata kosong tanpa makna. Sebab, semuanya sudah dijelaskan dalam Islam bahwa hal tersebut benar adanya.

Dengan demikian, semoga para suami bisa adil memperlakukan penghasilan istri dengan tidak mengambil harta istri tanpa keridhoannya. Dan sudah seharusnya seorang istri bersikap bijak jika memiliki harta atau penghasilan melebihi suami.

[Sumber: palingyunik.blogspot.co.id - islamberbagi.com]

MasyaAllah... Apa Yang Dilakukan Wanita Ini Membuat Banyak Wanita Lain Merasa Malu !!

Seorang pedagang hewan qurban berkisah tentang pengalamannya: Seorang ibu datang memperhatikan dagangan saya. Dilihat dari penampilannya sepertinya tidak akan mampu membeli.


Namun tetap saya coba hampiri dan menawarkan kepadanya, “Silahkan bu…”, lantas ibu itu menunjuk salah satu kambing termurah sambil bertanya, ”Kalau yang itu berapa Pak?”.

“Yang itu 700 ribu bu,” jawab saya. “Harga pasnya berapa?”, Tanya kembali si Ibu. “600 deh, harga segitu untung saya kecil, tapi biarlah…… . “Tapi, uang saya hanya 500 ribu, boleh pak?”, pintanya.

Waduh, saya bingung, karena itu harga modalnya, akhirnya saya berembug dengan teman sampai akhirnya diputuskan diberikan saja dengan harga itu kepada ibu tersebut.

Sayapun mengantar hewan qurban tersebut sampai ke rumahnya, begitu tiba di rumahnya, “Astaghfirullah……, Allahu Akbar… ," terasa menggigil seluruh badan karena melihat keadaan rumah ibu itu.
Rupanya ibu itu hanya tinggal bertiga, dengan ibunya dan puteranya di rumah gubug berlantai tanah tersebut. Saya tidak melihat tempat tidur kasur, kursi ruang tamu, apalagi perabot mewah atau barang-barang elektronik. Yang terlihat hanya dipan kayu beralaskan tikar dan bantal lusuh. Di atas dipan, tertidur seorang nenek tua kurus. “Mak…..bangun mak, nih lihat saya bawa apa?”, kata ibu itu pada nenek yg sedang rebahan sampai akhirnya terbangun. “Mak, saya sudah belikan emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke Masjid ya mak…”, kata ibu itu dengan penuh kegembiraan.

Si nenek

sangat terkaget meski nampak bahagia, sambil mengelus-elus kambing, nenek itu berucap, “Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga kalau emak mau berqurban”.

“Nih Pak, uangnya, maaf ya kalau saya nawarnya kemurahan, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk beli kambing yang akan diniatkan buat qurban atas nama ibu saya….”, kata ibu itu.

Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa, “Ya Allah…, Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun kekayaan Imannya begitu luar biasa”.

“Pak, ini ongkos kendaraannya…”, panggil ibu itu, ”Sudah bu, biar ongkos kendaraanya saya yang bayar," kata saya.

Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya.

Untuk mulia ternyata tidak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi apalagi kekuasaan, kita bisa belajar keikhlasan dari ibu itu untuk menggapai kemuliaan hidup.

Berapa banyak diantara kita yang diberi kecukupan penghasilan, namun masih saja ada keeMasya Allah ngganan untuk berkurban, padahal bisa jadi harga handphone, jam tangan, tas, ataupun aksesoris yang menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan qurban. Namun selalu kita sembunyi dibalik kata tidak mampu atau tidak dianggarkan.

Silahkan sebarkan kisah ini kepada semua temanmu.

 http://dakwah-surga.blogspot.co.id/2016/05/masyaallah-apa-yang-dilakukan-wanita.html?m=1

Inilah Alasan Kenapa Kita Harus Pergi Pagi-Pagi untuk Mencari Rezeki, Ini Hadist Rasulullah Menjelaskannya

Pagi merupakan waktu untuk mengawali hari. Beragam aktivitas dilakukan saat matahari mulai menampakkan sinarnya ini. Sebagian masih ada yang terlelap di balik selimut, namun banyak juga yang sudah meninggalkan rumah untuk cari rezeki.

Ternyata berangkat pagi-pagi untuk bekerja merupakan salah satu adab dalam mencari rezeki. Tidak hanya untuk menghindari kemacetan atau telat sampai ke kantor, lebih dari itu, ada rahasia pagi yang jarang kita ketahui.

Rasulullah SAW dalam hadistnya sering menyebut tentang pagi. Beliau juga mengajarkan umatnya untuk mencari rezeki diawal hari tersebut. Lantas apa sebenarnya alasan kita harus mencari rezeki pagi-pagi? Berikut ini sabda Rasulullah dan bukti di balik anjuran itu.

Ternyata, pagi hari merupakan waktu yang sangat utama dan penuh berkah. Nabi Muhammad SAW sudah mendoakan secara khusus waktu ini agar menjadi waktu yang diberkahi. Dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Hibban; shahih lighairihi).

Doa tersebut menyiratkan kepada umatnya agar senang melakukan aktivitas di awal waktu. Hanya mereka dengan kesungguhan untuk berhasil dan
mendapatkan keberkahan lah yang sanggup bagun lebih pagi untuk melaksanakan aktivitas.
Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan, hadist ini tidak menunjukan bahwa waktu selain pagi tidak berkahi. Nabi mendoakan waktu pagi karena waktu yang biasa digunakan manusia untuk memulai amal (aktivitas). Pada saat itu kondisi tubuh masih dalam

keadaan fit. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhususkan do’a pada waktu tersebut agar seluruh umatnya mendapatkan berkah di dalamnya.” (Syarhul Bukhari Libni Baththol, 9/163, Maktabah Syamilah)
Nabi SAW juga selalu memberangkatkan bala tentaranya ketika akan berperang pada waktu pagi. Dan bisa dilihat bahwa umat Muslim pada zaman Rasulullah SAW selalu mendapatkan kemenangan, meski dengan jumlah lawan yang tidak sebanding. Hal ini juga dijelaskan dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy.

“Dan apabila beliau mengirim pasukan atau tentara perang, beliau memberangkatkan mereka pagi-pagi. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Hibban; shahih lighairihi).

Jika dilihat dari fakta ilmuah, memulai pagi dengan mencari rezeki memang memiliki banyak dampak positif. Dengan bangun pagi, tubuh menjadi lebih segar karena bisa menikmati udara yang masih bersih.

Saat bekerja lebih pagi maka kinerja otak seseoarang akan lebih optimal. Selain itu, menurut ahli saraf dari Rockefeller University, Ilia Karatsoreos PhD, pagi merupakan waktu yang baik untuk menjalin serta mempererat hubungan dengan orang lain. Rentang waktu antara jam 7-9 dianggap paling baik untuk meningkatkan income bagi para pebisnis, marketing atau pekerja yang harus menjalin interaksi dengan orang lain untuk memperbanyak pelanggan, customer, klien dan sebagainya.

Untuk itu, baiknya kita meneladani apa yang sudah dilakukan Rasulullah SAW. Karena sebaik-baiknya teladan, adalah Beliau yang merupakan manusia yang paling dicintai Allah, sang pemilik alam semesta.Semoga kita tidak termasuk umat yang menyia-nyiakan doa yang sudah dimunajatkan Rasulullah kepada Allah.

Wallahu a’lam bish shawab...

Sumber: IslamBerbagi.com/mozaikislamterkini.com

Subhanaallah!! Sungguh Mulia Hati Seorang Gadis Ini, Lihatlah Apa yang Dilakukan Gadis Ini, Sungguh Mengejutkan ...

Membantu orang lain memang memerlukan kekuatan iman. Pasalnya, pendorong utama seseorang mau membantu kesulitan orang lain tidak semata-mata tersedianya harta yang cukup, tetapi iman yang kuat.

Tanpa iman dan rasa kepedulian yang kuat, sangat kecil kemungkinan seseorang mau merelakan sebagian dari yang dimilikinya untuk membantu kesulitan orang lain.

Kisah di bawah ini bisa jadi akan membuka mata hanti anda untul lebih peka dengan kesulitan orang lain dalam berbagai situasi dan kondisi dikutip dari akun Facebook Naomi Azura.

Hari itu saya belanja keperluan pribadi di ramayana swalayan. Setelah mengambil segala barang yang saya butuhkan, saya pun buru buru menuju antrian di kasir.
Didepan saya ada seorang gadis pake baju pink berpenampilan menarik dan didepan gadis itu ada seorang ibu ibu berpenampilan sederhana dengan 2 orang anaknya yang sedang menghitung belanjaan mereka di kasir.
"Total seluruhnya 150 ribu bu", kata si neng penjaga kasir tersenyum ramah setelah menjumlahkan seluruh barang belanjaan si ibu. Ibu itu segera membuka dompetnya ... uangnya recehan semua dan sedikit lusuh, lalu dia menghitungnya satu persatu dengan wajah tertunduk

 .Kedua anaknya berdiri memperhatikan ibu mereka sambil sesekali memegang tangannya, keduanya terlihat tidak sabar. Antrian di supermarket pun semakin panjang, maklum tanggal muda...

Saya lihat wajah si ibu pucat terlihat jelas ia kebingungan sebab ternyata uang yang ada di dompetnya kurang..

Ia mulai cerminan berfikir untuk mengembalikan sebagian barang belanjaan yang diambilnya ... seketika tiba-tiba saja ...

Anak gadis di depan saya lalu membungkuk sambil memungut uang
50 ribuan yg ada di lantai dan menyodorkannya ke pada ibu itu :
"Ini bu, hati hati bu kalau menghitung uang .., ini ada selembar uang ibu yang jatuh "
Si ibu yang bengong seperti tak percaya ... dengan tangan bergetar mengambil dan menerima uang itu...

Dengan tatapan mata penuh syukur ia memandang pada si gadis tersebut
Setelah membayar di kasir dengan cerminan gembira kedua anaknya menenteng kantong plastik belanjaan berlalu pergi.

Gadis itu membayar belanjaannya kemudian ia juga segera pergi...
Saya lalu kejar sambil tergesa-gesa menyusul dia...

Setelah bertemu si gadis tersebut
Saya berkata : "Dek saya tahu...

tadi kamu dengan sengaja menjatuhkan uang 50rb kamu.. buat kamu kasihkan sama si ibu yang tadi itu ... saya lihat karena saya berada tepat dibelakang kamu ...

Bagaimana kamu bisa mendapat ide itu?"
Gadis itu dengan santun menjawab:

"Saya tidak ingin si ibu itu malu dihadapan kita dan anak-anak nya... karena itu Tuhan menggerakkan hati saya untuk spontan mengerjakan apa yang bapak lihat "...

Ternyata bila hati menginginkan kebaikan... Tuhan akan membantu hamba NYA melakukan kebaikan itu... sungguh, kebaikan itu hanya mudah dilakukan bagi orang yang memang menginginkannya...

sumber: beritaislamiindah/islamberbagi.com